POLA KEHIDUPAN & DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN
Manusia harus membayar mahal dengan kasehatannya.
Pola kehidupan semakin tidak kondusif terhadap kesehatan. Pola kehidupan
meliputi, pola makan, pola
istirahat, kurangnya olahraga secara
teratur, stress pikiran, banyaknya zat-zat kimia yang merusak sel-sel tubuh yang berasal
dari bahan-bahan pengawet dan pewarna makanan, pestisida
yang berasal dari sayur-mayur dan buah-buahan, minuman peningkat stamina /
vitalitas, rokok, minuman
keras, polusi udara, dan juga seringnya terjadi kontak
tubuh terhadap radiasi-radiasi yang berasal dari komputer, alat-alat
komunikasi, peralatan elektronik, listrik dan sebagainya.
MENGGANTUNGKAN DIRI PADA MEDIS, BUKAN SOLUSI !
Teknologi yang semakin berkembang dalam hal penanganan penyakit, semakin mendukung manusia untuk mengabaikan pentingnya menjaga pola kehidupan dengan baik. Tersedianya berbagai obat di pasaran bebas dan para tenaga medis yang memungkinkan setiap orang untuk berobat sewaktu-waktu ketika jatuh sakit. Ibaratnya makanan instan, obat-obatan pun tersedia disetiap rumah bahkan dikantong tas/saku yang siap dibawa kemana-mana. Sehingga bukan pola kehidupan yang ditingkatkan untuk menjadi lebih sehat, melainkan persediaan obat-obatan yang dipersiapkan sebagai amunisi untuk melawan penyakit.
Sayangnya sebagian besar obat-obatan yang tersedia juga merupakan hasil budaya instan, diambil dari bahan-bahan instan buatan, bukan dari alam. Akhirnya muncul masalah-masalah baru yang berasal dari efek samping obat-obatan.
Di Amerika, efek samping obat-obatan bertanggung jawab atas kematian 100.000 pasien. Berikut kutipan artikel dalam situs BBC pada halaman kesehatan (yang ditulis oleh Dr. Trisha Macnoir) :
“Recent research in US has claimed that adverse drug reaction may be responsible for the death of as many as 100.000 patient in US hospital each year, making them one of the leading causes of death”
Terjemahan : “Riset baru-baru ini di Amerika menyatakan bahwa reaksi buruk obat-obatan bertanggung jawab atas kematian 100.000 pasien di berbagai rumah sakit setiap tahun, dan membuat efek samping menjadi salah satu sebab kematian yang utama”.
*RISET WHO*
WHO, Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa saat ini kondisi kesehatan sudah mencapai titik kritis yang perlu diperhatikan. Hal ini terbukti dengan hasil risetnya yang menyatakan bahwa orang yang dikategorikan benar-benar sehat hanyalah 15% dari penduduk dunia, 15% berikutnya adalah orang-orang yang benar-benar dalam kondisi sakit dan dalam perawatan medis, sedangkan sisanya yang 70% adalah kategori orang yang rentan terhadap serangan penyakit, diakibatkan karena menurunnya fungsi-fungsi organ dalam tubuh, yang disertai menurunnya fungsi kekebalan tubuh.
Ringkasan:
Kondisi
kesehatan orang sedunia=
15% =
SEHAT.
15% =
SAKIT.
70% =
TERLIHAT SEHAT.
Kira-kira
kita termasuk kelompok yang mana ya?
Untuk
membantu Anda mengetahui Anda termasuk kelompok yang mana,
coba
tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri sendiri:
1. Yakinkah
Anda bahwa Anda 100% SEHAT?
Kalau
Anda merasa yakin 100% sehat, apa Anda punya bukti hasil cek up kesehatan
secara keseluruhan dari medis?
Jika kita
belum punya hasil cek secara medis, mungkin kita bukan termasuk kelompok yang
15% sehat.
2. Yakinkah
Anda bahwa Anda 100% SAKIT?
Kalau
Anda merasa 100% sakit, mungkin Anda tidak sedang membaca tulisan ini.
3. Kalau
kita tidak yakin bahwa kita 100% SEHAT atau 100%SAKIT, maka bisa dipastikan
kita masuk kelompok yang 70%, yaitu kelompok TERLIHAT SEHAT.
ITU
ARTINYA KITA TERMASUK GOLONGAN ORANG-ORANG YANG RENTAN TERHADAP SERANGAN
PENYAKIT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar